2013년 9월 6일 금요일

Cara menghadapi orang egois

Dalam hidup sehari-hari, entah di lingkup keluarga, tempat kerja, atau di mana pun, kita pasti pernah berususan dengan orang egois. Orang yang selalu memikirkan kepentingan dirinya sendiri saja, entah karena memang naturnya sudah seperti itu atau karena ia menjadi seperti itu karena satu dan lain hal.nah, bagaimana kita dapat menghadapinya dengan arif untuk kebaikan kita sendiri dan terlebih lagi agar orang itu mengalami perubahan dalam bersikap?

Berikut Tips Cara Bijak Menghadapi Orang Egois :

1. Sabar
Langkah paling dasar dalam menghadapi orang egois adalah bersabar. Tanpa sikap ini, kita akan membuat jengkel olehnya, dan akibatnya kita tidak akan mampu menghadapi orang egois dengan bijak.

2. Peka
Kebanyakan orang egois karena sebenarnya memiliki masalah pribadi yang tidak bisa mereka ceritakan.
Mereka juga kadang egois agar tak memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan orang lain yang diakibatkan oleh pengalaman masa lalu di mana mereka disakiti orang dekatnya. karena itu, coba peka dan memahami masa lalunya. Tunjukkan bahwa Anda ingin membantunya mengatasi masalahnya.

3. Berikan Kritik
Jika orang egois itu adalah orang yang Anda kenal baik, maka tidak ada salahnya jika Anda mengkritiknya.
Seorang teman yang baik itu menegur untuk kebaikan temannya.
Kritik ini akan lebih efektif jika hubungan Anda dengan orang yang bersangkutan sangat dekat, di mana saling tegur untuk kebaikan sudah sering terjadi.

4. Utarakan Perasaan
Daripada hanya menunggu dia sadar bahwa dirinya egois, ada baiknya jika Anda mengutarakan perasaan Anda mengenai sikapnya. Namun, hindari sikap dan kata-kata menghakimi (yang biasanya menggunakan kata "Kamu").
Katakan saja apa yang Anda rasakan akibat keegoisannya. kalau Anda kesulitan mengutarakan langsung, Anda bisa memakai media, seperti SMS, email, surat, dll.

5. Berkompromi
Ketika menghadapi teman kerja egois yang tidak pernah mau berkorban untuk tim, misalnya. Alih-alih memprotesnya, Anda bisa langsung meminta dia untuk melakukan tugas A bagi tim. Tapi, ketika memintanya, pastikan Anda sebelumnya sudah pernah melakukan hal itu, sehingga ia tidak merasa bahwa justru Anda yang egois atau tidak fair.

6. Paparkan Keuntungan
Ketika hendak (atau diminta) melakukan sesuatu, orang egois biasanya suka bertanya "Apa untungnya bagiku?" Karena itu, untuk bisa bekerja sama dengan orang seperti ini, Anda harus memaparkan apa keuntungan yang dia dapat dari melakukan sesuatu itu.

7. Pastikan Keuntungan Itu Didapat
Jangan asal memaparkan keuntungan yang akan didapatkan karena melakukan sesuatu, karena jika ia tidak mendapatkan apa yang Anda katakan itu, maka Anda akan kehilangan rasa percayanya.
Dan saat hal ini terjadi, akan sangat sulit untuk mendapakan rasa percayanya lagi. Jika Anda ingin membujuk orang yang egois melakukan sesuatu dengan memaparkan keuntungannya, pastikan peluang keuntungan itu didapat cukup besar.

8. Batasi Interaksi
Jika segala usaha yang Anda lakukan tidak kunjung membuat orang egois menjadi lebih baik, ada baiknya Anda membatasi interaksi Anda dengannya. Yang perlu diingat dalam hal ini adalah membatasi interaksi itu tidak sama dengan memusuhi. Tetaplah bersikap baik saat harus menghadapinya, dan jangan terlalu mudah mengambil hati atas setiap sikap dan tingkah lakunya.

9. Menjadi Cermin Baginya
>> Maksudnya disini adalah, kamu berusaha untuk menjadi contoh bagi dirinya. Ketika kamu sering memenuhi permintaannya, sesekali cobalah kamu meminta kepadanya agar dia mau memenuhi permintaan kamu juga.
Misalnya, “Andi, sudah dua hari kemarin kan saya selalu jemput kamu. Besok gantian, tolong kamu yang jemput saya ya.”.
Intinya dalam permintaan kamu itu memberikan sebuah penegasan bahwa kamu berharap dia harus memenuhi permintaan kamu (gantian, kita yang egois.Hihi)

10. Berikan skak mat!
>> Kamu pasti tahu Skak mat? Istilah yang digunakan dalam permainan catur, ketika menandakan bahwa sang raja sedang berada di ambang kematian.
Jadi maksudnya disini adalah, ketika kamu telah berusaha melakukan segala hal untuk merubahnya tapi dia tidak juga berubah, berikan dia skak mat!.

Misalnya, “Andi, kamu adalah sahabat saya. Jadi tolong dengarkan saran saya! Kalau kamu nggak juga mau mendengarkan, saya bukan lagi sabahat bagimu!”.
Memang disini kesannya kita yang terlihat egois, tapi itu bertujuan demi kebaikan dia, dan juga kebaikan kamu. Dengan ucapan seperti itu diharapkan dia dapat mengintrospeksi diri dan mengetahui bahwa selama ini dia telah membuat kamu menjadi korban keegoisannya.

댓글 없음:

댓글 쓰기