2013년 11월 13일 수요일

Perfeksionis Timbulkan Banyak Masalah Diri

  Bisa dibilang, sikap perfeksionis adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasalnya, sikap yang menuntut diri sempurna membuat seseorang menjadi budak dari kesuksesan. Padahal, di dunia yang bergerak cepat seperti sekarang ini, sikap yang paling dibutuhkan agar mampu bertahan adalah fleksibel dan mampu beradaptasi.

Dalam bukunya, A Nation of Wimps, Hara Estroff Marano memaparkan sikap perfeksionis punya banyak kelemahan dibandingkan sisi positifnya. Perfeksionisme yang masuk ke dalam jiwa dan kemudian menciptakan gaya kepribadian, membuat seseorang  tidak bisa menemukan apa yang benar-benar mereka suka, juga tidak bisa menciptakan identitas mereka sendiri.

Perfeksionisme juga mengurangi kesenangan dan asimilasi pengetahuan. Jika Anda selalu terfokus pada performa pribadi dan selalu membela diri sendiri, maka Anda tidak akan bisa fokus pada pembelajaran dari suatu tugas atau pekerjaan. Mengapa? Karena sikap perfeksionis membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk mengambil risiko, mengurangi kreativitas, dan inovasi.

Sikap menuntut diri sempurna juga merupakan sumber dari emosi negatif. Sikap ini tidak membuat seseorang mampu mencapai hal positif, tapi justru membuat seseorang terfokus hanya pada upaya menghindari hal-hal negatif.

Berusaha untuk menghindari penilaian buruk, melakukan kesalahan, justru hanya akan menimbulkan frustasi yang berujung pada gangguan kejiwaan seperti mudah cemas dan depresi.

Pakar mengatakan, perfeksionis tidak lahir dengan sendirinya tapi diciptakan terutama di masa kecil. Misalnya, seorang anak mendapatkan tuntutan tinggi dari orangtuanya untuk selalu mendapatkan nilai tinggi di sekolah. Ini terjadi lebih karena orangtua ingin mencapai status tertentu dari prestasi atau "kesempurnaan" anak. Tuntutan ini kemudian dipahami anak sebagai kritik atas kesalahan. Anak-anak yang dituntut sempurna kerap merasa dihujani kritik setiap kali berbuat kesalahan. Perfeksionisme juga merupakan bentuk kontrol orangtua terhadap anak-anaknya.

Psikolog, Randy O Frost, yang juga adalah professor di Smith College melakukan penelitian selama dua dekade terakhir. Ia membagi dimensi perfeksionisme, di antaranya:

"Jika seseorang melakukan tugas di sekolah atau kantor lebih baik dari saya, maka saya akan merasa gagal dalam mengerjakan semua tugas"

"Saya tidak seperti orang lain yang sepertinya lebih mampu menerima standar lebih rendah dari dirinya sendiri"

"Orangtua saya ingin saya menjadi yang terbaik dalam segala hal"

"Saat kecil, saya sering dihukum jika melakukan sesuatu tidak sempurna"

"Saya ketinggalan dalam urusan pekerjaan karena saya kerap mengulangi apa yang saya lakukan demi menjadi sempurna"

"Kerapihan sangat penting bagi saya"

Frost mengatakan, setiap pernyataan tersebut menggambarkan aspek perfeksionisme berikut ini:

* Fokus pada kesalahan.
Perfeksionis cenderung menganggap kesalahan sebagai kegagalan, dan meyakini bahwa mereka tidak akan dihargai orang lain lantaran kegagalan itu.

* Standar tinggi.
Perfeksionis bukan hanya memiliki standar tinggi terhadap dirinya sendiri atau orang lain, tapi juga mengevaluasi diri dengan standar tinggi.

* Ekspektasi orangtua.
Perfeksionis cenderung meyakini orangtua mereka menuntut hasil sangat tinggi terhadapnya.

* Kritik orangtua.
Perfeksionis menyadari bahwa orangtua mereka berlebihan dalam mengkritik.

* Keraguan.
Perfeksionis sebenarnya ragu akan kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan.

* Organisasi.
Perfeksionis kerap menekankan pada memberi perintah.

"Kebanyakan orang sukses punya standar tinggi terhadap diri sendiri. Dan mereka cenderung merasa senang," terang Frost.

Para perfeksionis, lanjut Frost, juga cenderung khawatir melakukan kesalahan. Padahal sebenarnya orang lain tak melihat ada kesalahan yang mereka lakukan.

"Mereka hanya tak merasa pasti, juga meragukan kualitas tindakan mereka," terangnya.

Menurut Frost, intoleransi terhadap ketidakpastian juga merupakan ciri obsesif kompulsif dan gangguan kecemasan umum.

Dalam studinya, Frost juga menunjukkan adanya keterkaitan antara sikap orangtua yang terlalu menuntut dan kritis terhadap sikap perfeksionis anak.

"Orangtua yang yang hanya fokus pada kesalahan membesarkan anak yang juga akan melakukan hal sama. Ada modeling berperan di sana. Juga ada efek interpersonal, yang ditransmisikan dari figur berkuasa dalam kehidupan anak yang sangat kritis dan penuh tuntutan," ungkapnya.

Fokus pada kesalahan merupakan isu utama dari perfeksionisme. Ini mendorong munculnya kondisi sikap mengkritik berlebihan, kepatuhan yang kaku, standar yang ketat, yang merupakan unsur perfeksionisme.

Alih-alih menuntut diri sempurna, sebenarnya yang lebih baik dimiliki setiap pribadi adalah keunggulan.

"Ada perbedaan antara keunggulan dan kesempurnaan," jelas Miriam Adderholdt, pengajar psikologi di Lexington, North Carolina, dan penulis buku Perfectionism: What's Bad About Being Too Good?

Keunggulan, terangnya, menekankan pada menikmati apa yang Anda kerjakan, dan merasa nyaman dengan apa yang Anda pelajari atau pengalaman yang Anda dapatkan, serta mendorong pengembangan kepercayaan diri.

Sementara kesempurnaan, lebih menekankan pada perasaan negatif terhadap sesuati dan sikap selalu mencari kesalahan meski usaha yang dilakukan telah maksimal.

Mengapa keunggulan lebih penting? Karena sikap menuntut diri sempurna hanya akan menghambat seseorang mengembangkan kemampuan sosialnya juga kemampuan mengelola emosi. Padahal, kata Frost, kedua kemampuan ini penting dimiliki sebagai bekal bertahan hidup.



Sumber :

Tentukan IQ dan EQ Anak sejak dalam Kandungan

     Seseorang tak bisa dikatakan cerdas hanya berdasarkan nilai intelligent quotient (IQ) yang dimiliki. Kadar emosi yang menentukan bagaimana dia menyikapi kondisi sekelilin, juga menjadi komponen penting kecerdasan. Penyikapan ini tercermin dalam nilai emotional quotient (EQ) yang dimiliki.
 
Nilai EQ yang tinggi mengindikasikan seseorang memiliki sikap sosial yang baik. Artinya, dia akan bersikap sesuai norma dan aturan yang berlaku. Kondisi sebaliknya terjadi pada mereka yang ber-EQ rendah, yang mengindikasikan sikap antisosial dan mementingkan diri sendiri. Seseorang dengan sikap tersebut cenderung minim manfaat bagi orang di sekitarnya.
 
Gabungan nilai IQ dan EQ yang baik akan menghasilkan individu berkualitas. Individu tersebut diharapkan bisa memaksimalkan potensi untuk kemajuan diri dan lingkungannya. Tentu bukan perjalanan singkat menyusun individu berkualitas tinggi tersebut.
 
Perjalanan sudah dimulai sejak ibu merencanakan kehamilannya tepat seusai menikah. Hal ini berwujud pada komitmen ibu untuk selalu mengonsumsi cukup nutrisi setiap harinya, termasuk mikronutrien. “Konsumsi mikronutrien ibu tidak hanya menentukan kognitif, tapi juga behave anak. Perilaku inilah yang kemudian menentukan apakah anak berkualitas baik atau tidak di kehidupan bermasyarakat,” kata pakar kebidanan dan kandungan, DR dr Noroyono Wibowo, SpOG (K).
 
Mikronutrien, kata Noroyono, berperan besar dalam penyusunan susunan saraf walau diperlukan dalam jumlah kecil. Selama kehamilan, susunan saraf pusat merupakan bagian yang paling awal dan akhir dibentuk. Selama 9 bulan ibu harus memastikan cukup konsumsi mikronutrien yang meliputi besi, zinc, folat, vitamin, kalsium, magnesium, fosfor, dan tembaga. 
 
Mikronutrien yang cukup akan menghasilkan sel saraf yang terbentuk dan tersambung sempurna. Sebaliknya, kekurangan mikronutrien menyebabkan sel saraf tidak tersusun sempurna. Padahal, kualitas sel saraf inilah yang menentukan nilai IQ dan EQ anak.
 
Noroyono mencontohkan dampak kekurangan besi yang tidak sekadar menyebabkan anemia. Defisit besi mengakibatkan buruknya sambungan antarsel saraf (myelinasi). Myelinasi adalah selubung penyambung sel saraf yang tersusun atas lemak dan protein. 
 
Selubung yang baik mempercepat penyampaian informasi antarsel saraf hingga otak dan diolah menjadi suatu respons. Sedangkan selubung yang buruk, banyak terdapat lubang sehingga menyulitkan informasi sampai ke otak. Bahkan bukan tidak mungkin informasi tersebut bocor dan hilang di tengah jalan. Akibatnya tidak ada respons yang diberikan tubuh.
 
Selubung yang buruk akan menghasilkan individu yang berpikiran lambat, tidak cepat tanggap, dan sulit berkonsentrasi. “Padahal respons inilah yang menentukan kualitas IQ dan EQ anak. Anak autis tidak memiliki myelinasi yang baik, karena itu tidak heran bila responsnya minim,” kata Noroyono.

Buruknya kecukupan mikronutrien memudahkan seorang anak terkena gangguan kejiwaan (psychological disorder) misalnya depresi, skizofrenia, hingga bunuh diri usia dini. 
 
Sayangnya kecukupan mikronutrien masih minim di kalangan ibu hamil Indonesia. Saat ini, kata Noroyono, diperkirakan ada 2,4 juta bumil yang kekurangan zat besi dan 60 persen ibu kekurangan zinc. Padahal selain sebagai penyusun selubung myelin, besi juga menyusun rantai energi yang menentukan stamina anak sepanjang hidupnya. Sementara zinc memastikan rantai DNA berfungsi semestinya dan meminimalkan mutasi.
 
“Kekurangan mikronutrien sesungguhnya berdampak lebih parah dari sekadar berat badan rendah, atau organ tak sempurna. Keduanya bisa diperbaiki, beda dengan susunan saraf yang menentukan kualitasnya di masa mendatang,” kata Noroyono.
   

2013년 10월 30일 수요일

Desain Grafis

Bagaimana memulai belajar Desain Grafis? Memang itu sebuah pertanyaan yang sangat mendasar bagi seorang desiner pemula.
desain1.jpgDefinisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya tentang desain grafis yang saya ambil dari situs http://id.wikipedia.org/
Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.
Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.
Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.
Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.
Kategori Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:
1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
2. Web Desain: desain untuk halaman web.
3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.
Program Pengolah Grafis
Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.
1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Adobe FrameMaker
- Adobe In Design
- Adobe PageMaker
- Corel Ventura
- Microsoft Publisher
- Quark Xpress
2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Adobe Illustrator
- Beneba Canvas
- CorelDraw
- Macromedia Freehand
- Metacreations Expression
- Micrografx Designer
3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.
Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:
- Adobe Photoshop
- Corel Photo Paint
- Macromedia Xres
- Metacreations Painter
- Metacreations Live Picture
- Micrografx Picture Publisher
- Microsoft Photo Editor
- QFX
- Wright Image
4. Aplikasi Pengolah Film/Video
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
- Adobe After Effect
- Power Director
- Show Biz DVD
- Ulead Video Studio
- Element Premier
- Easy Media Creator
- Pinnacle Studio Plus
- WinDVD Creater
- Nero Ultra Edition
5. Aplikasi Pengolah Multimedia
Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Macromedia Authorware
- Macromedia Director
- Macromedia Flash
- Multimedia Builder
- Ezedia
- Hyper Studio
- Ovation Studio Pro
dari berbagai sumber
http://slametriyanto.net/

2013년 10월 21일 월요일

MENGEMBANGKAN SIKAP SYUKUR

   Sikap syukur akan mengubah hidup kita. Kekuatan dari sikap syukur adalah, semakin kita bersyukur, semakin kita temukan hal-hal yang patut kita syukuri. Ini adalah cara kerja dari Hukum Tarik Menarik (Law of Attraction). Berikut ini adalah beberapa kiat untuk mengembangkan sikap syukur:

1. Hargai hal-hal yang kelihatannya "biasa" dalam hidup.
Hargailah hal-hal kecil seperti secangkir kopi panas dipagi hari, secercah sinar matahari yang mengintip dibalik pepohonan, obrolan ringan dengan teman, dan sebagainya. Bukalah mata Anda terhadap hal-hal disekitar Anda. Fokus pada apa yang baik, bukan yang buruk. Ada pepatah mengatakan, "Orang yang mengeluh tidak memiliki sepatu akan berhenti setelah bertemu orang yang tidak memiliki kaki." Lihatlah situasi yang Anda hadapi, dan temukan hal-hal yang bisa Anda syukuri.

Sikap syukur akan menghadirkan kegembiraan dan penghargaan terhadap apa yang telah kita miliki saat ini. Banyak hal baik dalam hidup yang kita terima begitu saja tanpa kita sadari. Saat tragedi datang, baru kita sadari betapa segala yang kita miliki itu begitu berharga. Kesadaran yang muncul justru di saat-saat kita hampir kehilangan itu semua.
Syukurilah apa yang Anda miliki dan orang-orang disekitar Anda. Anda dapat mensyukuri hal-hal mendasar dalam hidup seperti makanan, air, listrik, dan sebagainya. Ketika kita mulai memikirkan hal itu, kita akan semakin menghargai apa yang telah kita miliki.
Siapa yang diuntungkan oleh sikap syukur kita tidaklah penting. Yang terpenting adalah perasaan yang kita dapatkan dari rasa syukur. Temukanlah hal-hal yang dapat kita syukuri dan rasakan kegembiraan dari rasa syukur. Itu bisa saja orang yang dekat dengan kita atau orang yang memiliki pengaruh atas diri kita. Hal ini akan menumbuhkan sikap positif, yang dengan sendirinya meniadakan sikap negatif.
  1. Lihat sisi baik dari setiap situasi
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mensyukuri hal buruk yang pernah menimpa Anda. Kenapa? Pertama, bila kita bisa menemukan sisi-sisi yang bisa kita syukuri atas hal buruk yang menimpa kita, maka perasaan kita akan membaik. Kedua, sadarilah bahwa masalah akan selalu ada selama kita hidup. Dibalik segala masalah itu, ada pelajaran yang bisa kita petik. Dengan menyadari hal ini, kita akan lebih membuka diri melihat situasi yang ada. Seringkali, perubahan sudut pandang seperti ini membuat kita bisa melihat adanya hal-hal yang patut disyukuri dalam situasi yang kita hadapi.
Bahkan seandainya kita dihadapkan pada keadaan yang paling sulit sekalipun, selalu ada hal-hal dibalik keadaan itu yang bisa kita syukuri. Ketika rasa syukur ini hadir, maka hadir pulalah kegembiraan dan kepuasan.
  1. Pikirkan keseluruhan prosesnya
Ketika Anda menerima sesuatu, seperti lukisan seorang anak, atau hadiah yang mahal dari seseorang, coba berhenti sejenak untuk berpikir: berapa banyak waktu, usaha, dan pikiran yang telah dicurahkan hingga hadiah itu hadir ditangan kita. Berapa banyak perhatian dan kasih sayang yang tersirat dibalik pemberian itu? Hal itu akan memperdalam rasa terima kasih Anda terhadap pemberinya, maupun pemberiannya.

  1. Ingatlah untuk mengucapkan "terima kasih"
Pujilah dan beritahu betapa anda menghargai mereka - siapapun itu. Anda akan menghadirkan kegembiraan didalam hati orang-orang disekeliling Anda. Tunjukkan rasa terima kasih Anda dengan memberikan kartu ucapan atau hadiah kecil.
Sikap syukur memang bukan cuma sekedar ucapan "terima kasih" di mulut belaka. Lebih jauh lagi, sikap syukur berarti tidak mengeluh terhadap keadaan Anda saat ini. Ketika kita mengeluh mengenai keadaan yang terjadi, hal ini akan menciptakan getaran negatif yang akan menarik semakin banyak hal negatif dalam hidup kita. Bagaimana mengubah hal ini? Dengan mengurangi keluhan, terima keadaan sebagaimana adanya saat ini, dan yakin bahwa hal-hal baik akan terjadi dalam hidup kita.
  1. Keluarlah dari diri Anda sendiri dan berbuat baiklah pada orang lain.
Luangkan waktu untuk membantu orang yang mengalami hal-hal yang lebih parah dibanding diri kita. Masalah kita akan terasa "lebih kecil" pada saat kita membantu orang yang menghadapi masalah yang jauh lebih besar dibanding kita. Bahkan, seringkali usaha ini akan menghadirkan sebuah pencerahan dalam diri kita. Dengan membantu orang lain keluar dari masalahnya, kita akhirnya bisa melihat jalan keluar dari masalah kita sendiri.
  1. Perkecil pengharapan Anda.
Kadang kita terjebak dalam aktifitas kita dan menjadi begitu sibuknya sehingga kita lupa untuk bersyukur. Kita berharap semua orang melakukan bagiannya tanpa perlu disuruh. Sikap ini, dalam kurun waktu tertentu, akan menciptakan lingkungan yang tidak ramah dan tidak kooperatif. Ketika kita berhenti berharap dunia (atau orang) memberi kita sesuatu, kita akan lebih bisa menghargai pemberian atau kontribusi dari orang-orang disekitar kita.
  1. Lebih berkonsentrasi pada solusi ketimbang masalah
Segala yang menjadi fokus Anda, akan berkembang. Bila Anda fokus pada apa yang Anda miliki, Anda akan mendapatkan lebih. Bila Anda fokus pada apa yang tidak Anda miliki, Anda tidak akan pernah merasa cukup.
Sikap syukur tidak berarti menerima secara membabi buta segala keadaan Anda atau membatasi kesempatan Anda untuk hari esok yang lebih baik. Sikap syukur menumbuhkan perasaan positif yang akan mengembangkan getaran energi positif, yang pada akhirnya akan menarik energi positif yang sama dari lingkungan sekitar kita.

Anda adalah direktur dari energi dan fokus Anda. Bila Anda membiarkan diri Anda ditarik oleh hal-hal, kejadian, atau orang-orang yang membuat kesal dan marah, maka Anda akan menarik lebih banyak lagi hal, kejadian atau orang yang membuat Anda kesal. Sebaliknya, bila Anda mengambil alih kendali dan fokus pada hal-hal yang patut Anda syukuri, maka Anda mengubah aliran energi Anda sehingga menarik lebih banyak lagi hal-hal yang bisa Anda syukuri.
Sikap syukur adalah energi tertinggi karena ia merupakan kombinasi dari rasa terima kasih, penghargaan dan cinta. Bila Anda memiliki energi ini, Anda akan bisa melihat segala hal yang Anda hadapi dengan lebih jernih.
Putuskan kemana arah fokus Anda. Bersyukurlah terhadap segala hal, sekecil apapun tampaknya hal itu. Ini akan menjadi titik awal untuk memiliki getaran energi positif dari rasa syukur.
  1. Buatlah sebuah Jurnal Sikap Syukur
Sarah Ban Breathnach dalam buku best-sellernya, Simple Abundance: A Daybook of Comfort and Joy, menganjurkan penggunaan sebuah Jurnal Sikap Syukur (Gratitude Journal). Ia mengatakan bahwa jurnal ini merupakan "sebuah alat yang dapat mengubah kualitas hidup Anda". Pada dasarnya, sebuah Jurnal Sikap Syukur adalah catatan mengenai 5 hal yang kita syukuri setiap hari. Ada hari-hari tertentu dimana kita harus berpikir keras untuk mendapati 5 hal yang bisa kita syukuri hari itu. Ada hari dimana kita dapat dengan gampang mendapati sepuluh atau bahkan duapuluh hal yang bisa kita syukuri. Hargai hal-hal kecil. Hargai orang yang memberi senyum dan bersikap ramah pada Anda. Hargai kulit halus seorang anak yang melingkarkan tangannya di bahu kita. Hargai lagu baru yang Anda dengar di radio dalam perjalanan ke kantor.
Buatlah Jurnal Sikap Syukur Anda dan tuliskan lima hal yang bisa Anda syukuri setiap malam. Perhatikan bagaimana proses ini akan memperdalam penghargaan Anda akan hidup Anda sendiri saat ini. Anda mungkin akan mencoba membuat sebuah Jurnal Sikap Syukur Keluarga, dimana setiap malam kita menuliskan lima hal yang bisa kita syukuri sebagai sebuah keluarga.
Mulailah hari Anda dengan sikap syukur, dan akhiri juga hari Anda dengan sikap syukur. Maka niscaya Anda akan menjalani sebuah kehidupan yang lebih bahagia, penuh kepuasan, dan harmoni dengan orang-orang dan lingkungan sekitar Anda.
Salam Sukses,

Membangun Motivasi Dalam Diri

      Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut.
Caranya? coba simak tips berikut ini:
1. Ciptakan sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.
2. Kembangkan terus tujuan anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.
3. Tetapkan saat kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup anda.
4. Tinggalkan teman yang tidak perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.
5. Hampiri bayangan ketakutan
Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.
6. Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.
7. Mulailah dengan rasa senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.
8. Berlatih dengan keras
Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.
Kesimpulan:
Motivasi dapat menumbuhkan semangat dalam mencapai tujuan. Motivasi yang kuat di dalam diri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kita tidak akan ragu untuk melangkah ke depan, yaitu mencapai visi hidup kita.
Salam Sukses !



2013년 9월 29일 일요일

5 tips menciptakan sikap rendah hati

Setiap manusia selalu ingin mendapatkan perhatian yang lebih, mendapatkan pengakuan, menunjukkan kepada orang banyak bahwa ia bisa lebih baik dari yang lain, tidak ingin disaingi dan sebagainya. Tapi bagaimana jika hal itu didapat secara berlebihan? Tentu yang muncul justru rasa sombong, egois,  iri hati, dan sejenisnya. Hal-hal itulah yang justru akan menumpulkan rasa rendah hati di dalam diri itu sendiri. Lalu, bagaimana caranya agar kita sebagai manusia dapat selalu bersikap rendah hati? Tidak perlu bingung, mari kita belajar bersama-sama dari poin-poin di bawah ini; 
1.Berbicara sedikit mungkin tentang diri sendiri
Siapa yang tidak suka menjadi pusat perhatian? Binatang peliharaan sekalipun sering mencuri perhatian majikannya ketika ia sedang bersikap manja. Dan manusia justru sering mencari perhatian dengan berujar kata-kata yang kurang penting serta berlebihan agar bisa di hargai orang lain. Banyak orang membuat sensasi agar dijadikan bahan pembicaraan khalayak ramai tentang kelebihan yang ada di diri mereka. Sesungguhnya, tidak ada manfaat sama sekali dari semua tindakan tersebut. Biarkan orang lain mengetahui segala kehebatan dan keunggulan diri kita dari orang lain. Entah itu teman, saudara, atau orang lain, yang penting tidak dari diri kita. Jika Anda ingin merasa di hargai oleh orang lain, maka hal tersebut harus bermula pada diri sendiri dengan cara menghargai orang lain terlebih dahulu.
2. Jangan mencampuri urusan orang lain
Hindari rasa ingin tahu yang berlebihan dan jangan sekali-kali mencampuri urusan orang lain jika hal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kita.  Seperti contohnya, tetangga Anda kehabisan cabai ketika sedang memasak, dan ketika Anda mengetahui hal tersebut dari pembantunya Anda pun langsung berujar, “Beli cabai aja gak bisa!” Lalu Anda langsung menilai bahwa masakannya nanti tidak akan enak karena tidak memakai bahan masakan tersebut. Jika hal ini terdengar hingga ke telinga tetangga Anda, pastilah ia akan marah dan justru menimbulkan suatu perpecahan.
3. Toleransi
Terimalah setiap pertentangan dengan kegembiraan. Jika dalam suatu rapat ada dua puluh orang, maka akan ada dua puluh pendapat juga dalam rapat tersebut. Tapi jangan sekali-kali menjadikan sebuah perbedaan pendapat sebagai cikal bakal lahirnya konflik. Untuk belajar menerapkan rasa rendah hati, di perlukan rasa toleransi yang tinggi. Hargai dan terima setiap perbedaan yang ada. Tanamkan sikap siap mengalah dalam perbedaan pendapat walaupun Anda yang benar.
4. Jangan pusatkan perhatian pada kesalahan orang lain
Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Tapi jangan pernah menyimpan kesalahan orang lain lalu mengungkitnya di kemudian hari. Jika kita suka menyimpan kesalahan orang lain, itu berarti kita mengganggap diri kita lebih baik dari orang tersebut. Padahal, setiap manusia tentu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. So, bersikaplah rendah hati. Karena, kita pasti senang jika orang lain memaafkan kesalahan kita. Bersikaplah sopan dan peka sekalipun orang lain memancing amarah Anda.
5.Jangan mencoba agar dikagumi atau dicintai
Rendah hati berarti tidak sombong, menyamaratakan dirinya setara dengan orang lain. Tidak timpang tindih dalam menilai suatu keberadaan seseorang. Siapa yang tidak suka karakteristik manusia seperti itu? Jangankan manusia, Tuhan pun senang jika umatNya bersikap seperti itu. Jadi jika Anda ingin disenangi banyak orang dan sang Pencipta, belajarlah untuk selalu rendah hati. Tidak usah berkecil hati sekalipun Anda merasa di pandah rendah dan merasa tidak di perhatikan oleh orang-orang di sekitar Anda.
Bagaimana? Mudah bukan? Jadi, ayo segera praktekan!